Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade

by

3.81 · 18 ratings · Published: Nov 3rd, 2006 {{ book.ratingTitle }}
Pemaknaan kembali kembali kopi, Buddha, Herman, surat tak tarkirimkan, cinta sejenis yang manis atau apa pun, membuktikan Dee tetap memesona. Kalau kemarin panitia Nobel sastra masih maju mundur dengan nama Pramoedya, sekarang bisa memaknai kembali, melalui karya-karya ini.

Ruang cerpen yang sempit dijadikannya wahana yang intens namun tidak sesak untuk mengungkapkan apa yang tak selalu mampu dikatakan. Lewat refleksi dan monolog interior yang digarap dengan cakap dan jernih. pembaca diajaknya menjelajahi halaman-halaman kecil dalam cerpen yang kini dijadikannya semesta kehidupan.

Cerpen-cerpen Dee itu persis racikan kopi dari tangan seorang ahli peracik kopi: harum, menyegarkan, dan nikmat: pahit, tapi sekaligus mengandung manis.

This book has not been tagged with topics yet.
Add topics


Add relevant topics

Sponsored links

Reviews

Your review · · Edit
Featured review

{{ book.individualComment.data.text }}
Please give the book a rating as well. Thank you! Post as

Community reviews

  • {{comment.user.username}} rated it {{comment.createdAt | elapsedTime}} Promote De-Promote
    Featured review
    Reply
    • {{reply.user.username}} {{reply.createdAt | elapsedTime}}
      {{reply.data.text}}
  • {{review.blogger.name}} rated it {{review.published | elapsedTime}}
  • Be the first to leave a review.
Show more reviews